artikel tentang syarat dan etika dalam publikasi online&artikel tentang plagiarisme

A.
1.Syarat dan etika dalam melakukan publikasi online
Syarat dalam melakukan publikasi secara online ada banyak dan harus bisa sesuai dengan etika yang berlaku dalam masyarakat dengan menggunakan tutur bahasa yang sopan, baik dan benar.
Dalam dunia elektronik pun khususnya media internet kita memiliki hak dan tanggung jawab atas apa yang telah kita publikasikan. Semua diatur dalam Pasal ITE. Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) no. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (Undang-undang ITE ) yang menyatakan bahwa informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.
Berikut ini hak sosial dan komputer menurut Deborah Johnson:
Hak atas akses komputer, yaitu setiap orang berhak untuk mengoperasikan komputer dengan tidak harus memilikinya. Sebagai contoh belajar tentang komputer dengan memanfaatkan software yang ada;
Hak atas keahlian komputer, pada awal komputer dibuat, terdapat kekhawatiran yang luas terhadap masyarakat akan terjadinya pengangguran karena beberapa peran digantikan oleh komputer. Tetapi pada kenyataannya dengan keahlian di bidang komputer dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak;Hak atas spesialis komputer, pemakai komputer tidak semua menguasai akan ilmu yang terdapat pada komputer yang begitu banyak dan luas. Untuk bidang tertentu diperlukan spesialis bidang komputer, seperti kita membutuhkan dokter atau pengacara;
Hak atas pengambilan keputusan komputer, meskipun masyarakat tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, namun masyarakat memiliki hak tersebut.
Hak atas Informasi
Berikut ini hak setiap orang atas isnformasi menurut Richard O. Masson):
Hak atas privasi, sebuah informasi yang sifatnya pribadi baik secara individu maupu dalam suatu organisasi mendapatkan perlindungan atas hukum tentang kerahasiannya;
Hak atas Akurasi. Komputer dipercaya dapat mencapai tingkat akurasi yang tidak bisa dicapai oleh sistem nonkomputer, potensi ini selalu ada meskipun tidak selalu tercapai;
Hak atas kepemilikan. Ini berhubungan dengan hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program-program komputer yang dengan mudahnya dilakukan penggandaan atau disalin secara ilegal. Ini bisa dituntut di pengadilan
1. Kontribusi signifikan
Penulis harus memberikan kontribusi yang signfikan terhadap tulisan yang dihasilkan. Kontribusi itu dapat diberikan dalam konsep dan disain penelitian, dan atau koleksi data selama penelitian berlangsung, dan atau analisis dan interpretasi data yang dihasilkan oleh penelitian.

2. Pembuatan dan atau naskah artikel
Penulis juga harus terlibat secara aktif dalam proses persiapan dan penulisan naskah artikel atau laporan penelitian. Keterlibatan tersebut bisa berupa persiapan naskah maupun revisi naskah yang sedang dibuat. Sebagaimana diketahui proses pembuatan naskah artikel ilmiah adalah proses yang panjang, baik sebelum artikel tersebut dikirimkan ke penerbit maupun setelah mendapatkan tanggapan dan koreksi dari penerbit.

3. Memberi persetujuanSetiap penulis harus memberikan persetujuan terhadap artikel yang telah selesai dibuat dan mengetahui isi dari artikel tersebut. Apabila artikel tersebut telah diterima dan dipublikasikan, setiap penulis diharapkan mampu memberikan tanggapan dan jawaban apabila ada pertanyaan dari pembaca. Setiap penulis bertanggung jawab terhadap pertanyaan-pertanyaan atau hal lain yang muncul dari artikel tersebut, meskipun derajat tanggung jawab tersebut berbeda antara satu penulis dengan penulis lainnya. Dalam artikel ilmiah yang dipublikasikan, biasanya selalu dicantumkan nama penulis yang harus dihubungi apabila ada pertanyaan yang berkaitan dengan isi artikel tersebut.

Sekali lagi, ketiga persyaratan di atas harus dipenuhi secara bersamaan oleh seorang penulis artikel ilmiah. Apabila seseorang memberikan kontribusi yang tidak signifikan terhadap sebuah artikel ilmiah maka orang tersebut hanya berhak disebutkan namanya dalam ‘ackowledgement’ (bukan sebagai penulis). Termasuk di sini adalah para laboran yang memberikan kontribusi dalam analisis laboratorium dari bahan penelitian yang digunakan dalam penelitian, apabila laporan tersebut tidak memberikan memenuhi persyaratan yang lain. Demikian pula halnya untuk ahli statistik yang mungkin membantu dalam analisis data atau para enumerator yang mungkin membantu dalam proses koleksi data.
Kegiatan penelitian dan proses publikasi ilmiah melibatkan banyak pihak. Tidak semuanya berhak untuk disebut namanya sebagai penulis. Penghargaan kepada orang yang memberikan kontribusi tetapi memenuhi persyaratan penulis diberikan dalam bentuk ‘ackowledgeme
Pengertian publikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1976), adalah penyiaran. Menurut Kamus Islilah Periklanan Indonesia, publikasi adalah setiap materi yang dicetak, diterhitkan, serta diedarkan untuk disampaikan pada khalayak umum dalam format apapun seperti majalah, surat kabar (Nuradi, 1 996:136). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa publikasi merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa menyiarkan, menerbitkan mengedarkan dan menyampaikan suatu materi, seperti objek, ide, gagasan dan informasi yang disampaikan pada khalayak umum atau masyarakat dalam bentuk / media apapun. Suatu kegiatan publikasi bertujuan sebatas menginformasikan dan memberitahukan suatu materi pada khalayak umum. Kegiatan publikasi memerlukan media penyampaian dan penerima pesan. Sedangkan, pengertian online yaitu keadaan dimana komputer terhubung dengan internet baik melalui modem, wi fi atau lan dan baik sedang digunakan atau tidak oleh pengguna komputer tersebut. Jadi, pengertian publikasi online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online yang diterbitkan dalam dunia internet melalui media elektronik.

Publikasi online sangat bermanfaat bagi setiap orang apalagi di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Banyak hal diumumkan melalui internet seperti berjualan, memberi info produk baru atau produk bekas yang masih ingin dijual. Bagi perusahaan yang memasarkan barangnya melalui publikasi online, tentu sangat mengirit biaya. Perusahaan hanya perlu menyiapkan design semenarik mungkin agar banyak orang yang tertarik untuk mencari tau keunggulan atau kelemahan dari produk tersebut. Publikasi online ini sangat berguna untuk memberi informasi kepada masyakarat yang ingin membeli produk, bahkan bisa dipesan secara online.

2. Plagiarisme
Plagiarisme merupakan cara pandang terhadap pelanggaran hak cipta. Salah satu pelanggaran hak cipta adalah penggunaan gagasan, ide atau pendapat orang lain tanpa mengakui atau menyebutkan sumber atau pemilik gagasan, ide atau pendapat. Pelangaran tersebut sering kali ditemukan dalam kegiatan berbahasa tulis ditentukan oleh penulis dan pembaca melalui cara penyampaian isi atau pesan dalam tulisan.
Pelanggaran hak cipata dalam berbahasa tulis dapat dibuktikan melalaui pengabaian atau penghilangan identitas sumber pesan dalam tulisan sehingga tulisan tersebut seolah-olah menjadi milik penulis padahal bukan. Karena pesan tersebut milik sumber atau orang lain (kutipan). Pengabaian atau penghilangan sumber kutipan tersebut diakibatka oleh kekhilafan (kelalaian) dan kesengajaan. Kekhilafan adalah pelanggaran hak cipta (kutipan) diakibatkan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis atau kecerobohan penulis dalam tata cara (teknik) pengutipan sumber sehingga terjadi pelanggaran hak cipta. Sedangkan kesengajaan diakibatkan bukan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis atau tata cara penulis dalam tata cara pengutipan sumber melainkan penulis sengaja menghilangkan atau mengabaikan sumber secara sadar sehingga terjadi pelanggaran hak cipta. Pelanggaran tersebut dapat diidentifikasi melalaui hasil tulisan yang sudah di publikasikan.
Pembaca memiliki hak untuk membuat justifikasi terhadap pesan (isi) dalam sebuah tulisan. Setelah sebuah tulisan dibaca, pembaca memiliki hak untuk membuat keputusan perihal ada atau tidak ada pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh penulis. Melalui tata cara penulisan, pembaca dapat menentukan bukti pelanggaran hak cipta tersebut. Oleh karena itu, pembaca dapat dipandang sebagai penyebab ada atau tidak ada plagiarisme. Selama pembaca tidak membuat justifikasi terhadap pesan (isi) tulisan maka pelanggaran hak ciptapun tidak akan ada, sehingga plagiarisme tidak akan terjadi.
Jenis plagiarisme
Berdasarkan sejumlah pola atau modus operansi tersebut, paling sedikit ada empat
jenis plagiarisme. Pertama, plagiarisme total yaitu tindakan plagiasi yang dilakukan seorang
penulis dengan cara menjiplak atau mencuri hasil karya orang lain seluruhnya dan mengklaim
sebagai karyanya sendiri.

Biasanya, dalam plagiasi ini seorang penulis hanya mengganti nama penulis dan
instansi penulis aslinya dengan nama dan instansinya sendiri. Lalu, penulis mengubah sedikit
judul artikel hasil jiplak, kemudian juga mengubah abstrak, kata-kata kunci tertentu (key
words), sub judul artikel, kata dan kalimat tertentu dalam bagian tulisan dan kesimpulan
dengan kata-kata atau kalimat tertentu agar terlihat berbeda dengan artikel aslinya.
Modus operandi itu sudah banyak dilakukan para penulis yang memiliki niat buruk.
Tapi, modus itu biasanya mudah terdeteksi oleh para reviewer yang kompeten. Biasanya
kalau ketahuan, penulisnya akan dikenakan sanksi berat, tercemar nama baiknya dan
dikucilkan masyarakat akademik dan masyarakat luas.
Kedua, plagiarisme parsial yaitu tindakan plagiasi yang dilakukan sesorang penulis
dengan cara cara menjiplak sebagian hasil karya orang lain untuk menjadi hasil karyanya
sendiri. Biasanya, dalam plagiasi jenis ini seorang penulis mengambil pernyataan, landasan
teori, sampel, metode analisis, pembahasan dan atau kesimpulan tertentu dari hasil karya
orang lain menjadi karyanya tanpa menyebutkan sumber aslinya.
Plagiasi parsial tersebut juga banyak dilakukan para penulis yang memiliki motif dan
niat buruk. Bahkan, ada sinyalemen bahwa dalam banyak karya tulis akademik seperti skripsi, tesis dan bahkan disertasi serta dokumen-dokumen penelitian, ada banyak indikasi terjadi plagiasi parsial. Modus operandi ini juga sebenarnya mudah terdeteksi oleh para
reviewer yang kompeten dengan cara mencocokkan dengan karya aslinya. Apabila ketahuan
dan terbukti melakukan plagiasi parsial maka penulisnya akan dikenakan sanksi tegas berupa
pencabutan gelar sarjana, pemecatan atau penurunan pangkat dan golongan.
Ketiga, auto-plagiasi (self-plagiarisme) yaitu plagiasi yang dilakukan seorang penulis
terhadap karyanya sendiri, baik sebagian maupun seluruhnya. Misalnya, ketika menulis suatu
artikel ilmiah seorang penulis meng-copy paste bagian-bagian tertentu dari hasil karyanya
dalam suatu buku yang sudah diterbitkan tanpa menyebut sumbernya.
Jenis plagiasi ini banyak dilakukan para penulis yang memiliki banyak karya tulis dan
terfokus pada bidang-bidang ilmu tertentu sehingga antar satu tulisan dengan tulisan lainnya
memiliki banyak kemiripan. Misalnya, kemiripan dalam basis teori dan proposisi, hasil
temuan dan kesimpulan. Karena memiliki kesamaan atau kemiripan, ketika menulis suatu
karya tulis baru penulis lalu melakukan copy paste pada bagian-bagian tertentu dari karya
tulisnya yang sudah diterbitkan sebelumnya.
Jenis auto-plagiasi ini tergolong plagiasi ringan. Biasanya, penulis yang ketahuan
melakukan plagiasi jenis ini diberikan teguran atau pemahaman yang komprehensif oleh komisi kode etik akademik agar tidak boleh lagi melakukannya di masa mendatang.
Keempat, plagiarisme antarbahasa yaitu plagiasi yang dilakukan seorang penulis
dengan cara menerjemahkan suatu karya tulis yang berbahasa asing ke dalam bahasa
Indonesia. Kemudian, penulis menjadikan hasil terjemahan tersebut sebagai hasil karyanya
tanpa menyebut sumbernya. Modus operandinya hampir mirip dengan jenis plagiasi total dan
plagiasi parsial. Asumsinya, para pembaca tidak akan tahu bahwa artikel tersebut adalah hasil
terjemahan karena berbeda bahasa.
Tindakan plagiarism ini memang merupakan masalah yang serius. Oleh karena itu, ada dasar hukum mengenai plagiarism. Pada dasarnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidaklah mengenal istilah plagiarisme atau plagiat, oleh karenanya dalam kacamata hukum plagiarisme dikategorikan sebagai tindakan pelanggaran terhadap hak cipta, dalam hal ini diatur melalui ketentuan Undang-Undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Dengan ketentuan pidananya sebagaimana berikut ;
Pasal 72 ayat (1) :
“Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”.
yang dalam hal ini, terkait dengan ketentuan mengenai pengertian dari hak cipta adalah sebagai berikut ;
Pasal 2 ayat (1) :
“Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Sumber :
http://ebookbrowsee.net/artikel-plagiarisme-akademik1-pdf-d431692536
http://iqbalaul.wordpress.com/2013/09/27/pti-syarat-dan-etika-dalam-publikasi-online/
http://dianindihadi.blogspot.com/2012/03/plagiarisme.html
http://cahyaintanp.wordpress.com/2013/09/25/
https://sites.google.com/site/tulisanilmiah/etika-ilmiah

posting :27 September 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s